Wabah Pandemi Covid-19 Bedampak Besar Pada Pelaku Usaha Kecil Komedi Putar 

lukman, 24 Apr 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KOTA BOGOR,- Wabah Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, berdampak besar kepada faktor perekonomian masyarakat. Tidak hanya bagi warga masyarakat kecil yang mayoritas berkerja sebagai buruh harian lepas, tetapi juga kepada  pelaku usaha kecil (UMKM) yang bergerak dibidang jasa hiburan seperti Komedi Putar (Korsel).

Terlebih jelang masuk nya bulan suci Ramadhan. Dimana para pengusaha kecil Komedi Putar selalu menunggu moment seperti ini. Biasa nya, mereka para pemilik Korsel maupun Event Organizer (EO) selalu rutin menjelang masuk nya Ramadhan menggelar kegiatan pasar rakyat selama satu bulan hingga 1 Minggu sesudah Idul Fitri.

Namun untuk tahun ini pasca Pandemi Covid-19 mewabah, Pemerintah serta Polri mengeluarkan larangan terkait diadakan nya kegiatan yang mengundang massa, salah satu nya Pasar Malam, Bazar atau Pameran.

Hal ini mengingat resiko besar akan penyebaran wabah virus Corona di tengah masyarakat. Untuk itu, Kapolri melalui Maklumat nya melarang ada kegiatan yang dapat mengundang banyak orang.

Terlebih sekarang di sebagian wilayah di terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari. Hal ini dilakukan Pemerintah guna memutuskan mata rantai penyebaran wabah virus Corona. Tidak tertutup kemungkinan PSBB ini akan diperpanjang jika masih tinggi nya angka penyebaran di satu wilayah. 

Tidak sedikit para pemilik Korsel ini harus mengistirahatkan para karyawan nya dirumah sampai waktu yang belum di tentukan. Dari hasil wawancara awak media Indonesiasatu.co.id dengan salah satu pemilik Korsel 'Chandra Jaya' sekaligus Ketua Umum Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesia (P3MI) Agus Chandara, S.E menjelaskan, jumlah unit Korsel yang beredar diseluruh Indonesia rata-rata 5 (lima) unit, dengan jumlah 516 Kabuputen dan kota se Indonesia. Satu unit korsel rata-rata karyawannya tidak kurang dari 20 orang untuk 5 unit, berarti 100 orang x 516 Kabupaten dan kota dengan total 51.600 orang. Sedangkan jumlah para pedagang tidak kurang dari 50 stand x 2 karyawan  100 x 2.580 unit korsel 1.290.000 orang korban tidak bisa usaha karena harus mengikuti PSBB.

Melihat jumlah karyawan yang begitu banyak harus dirumahkan, Agus Chandra selaku Ketua Umun Pusat P3MI turut merasa prihatin. Dirinya meminta kepada Pemerintah, agar memperhatikan dan memberikan solusi kepada para pemilik Korsel, demi kelangsungan usaha mereka. Terlebih akan nasib para karyawan komedi yang hanya menerima upah gaji jika Korsel itu beroperasi.

( LUKY )

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami