Manfaatkan Limbah Ternak, Dosen STKIP PGRI Nganjuk ubah masalah menjadi berkah

indonesiasatu, 12 Sep 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Nganjuk - Bagi sebagian masyarakat limbah kotoran ternak kadang dianggap sebagai sesuatu yang menjijikkan dan tidak memilki manfaaat. Bahkan keberadaan limbah kotoran peternakan khususnya ayam dengan kapasitas yang banyak bisa menimbulkan permasalahan lingkungan dan sosial. Salah satunya peternakan milik Bapak Hakim peternak ayam ras petelur dari Dusun Salam Selatan RT 12 RW 05 Kelurahan Salamrejo Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. 
Beberapa solusi telah ditempuh seperti meninggikan pondasi kandang agar tidak terendam air hujan, menebar serbuk kapur, serta menyemprot cairan EM4 langsung ke kotoran ayam. Namun hal tersebut belum mampu efektif menghilangkan bau yang menggangu lingkungan, ujar Hakim.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat Dosen Prodi Pendidikan Sains STKIP PGRI Nganjuk yang kebetulan berasal dari Trenggalek dengan bantuan hibah Kemenristekdikti tahun 2019 memberikan solusi teknis dalam memanfaatkan limbah kotoran ayam. Salah satu solusi yang direkomendasikan kepada pemilik peternakan adalah pembuatan Biogas. 
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah, khususnya peternakan milik bapak Hakim dengan memanfaatkan kotoran ayam menjadi salah satu sumber energi alternatif ", ujar Arindra ketua tim pengabdian masyarakat Dosen Prodi Pendidikan Sains STKIP PGRI Nganjuk
Selama tiga bulan yang dimulai bulan Mei 2019, tim yang terdiri dari dua orang dosen dan dibantu dua Mahasiswa dari Program Studi Sains melakukan observasi awal. Hasil temuan dilapangan, tim melaksanakan beberapa langkah, diantaranya, Pertama, untuk mengatasi bau kotoran ayam, reaktor dengan ukuran besar dibangun sehingga mampu menampung banyak jumlah kotoran ayam. Kedua, ada perlakuan tambahan agar hanya kotoran ayam yang bersih saja yang bisa dimasukkan dalam digester. Ketiga, dengan alasan tingginya jumlah kotoran ayam maka disarankan agar populasi dibagi dalam 3 kandang berdasarkan usia. Hal ini dilakukan agar panen tidak dilakukan bersamaan demi menjaga ketersediaan kotoran.

Sementara itu, Mitra sekaligus Peternak Ayam Hakim menyampaikan bahwa dirinya berterima kasih atas hadirnya Dosen STKIP PGRI Nganjuk dan mmberikan banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pembangunan biogas ini seperti menghemat biaya pengeluaran untuk membeli gas LPG serta gas juga dapat digunakan untuk penerangan di rumah. 

"Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan kotoran ternak menjadi bahan bakar sebagai pengganti gas LPG, kayu bakar, penerangan dan pupuk organik serta dapat membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat" pungkas Arindra saat ditemui wartajatim.com di Kampus STKIP PGRI Nganjuk. (ans)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami